Life of PI (baca : Pe-I)

Bukan ngebahas film orang yang hidup di laut sama macan koq. Mau bercerita sedikit, cerita saat gue menyelesaikan semester-semester akhir di kampus.


Sejak menginjak semester akhir, sebenernya gue udah nggak begitu excited, karena gue tau gue harus menyelesaikan hutang 18 sks untuk mencapai kelulusan, akibat gue memilih cuti dan memilih jalan profesional.

"Kegagalan" gue saat lulus sekolah, memberi tamparan keras buat diri gue. Bersekolah di sekolah yang dikenal sebagai sekolah terbaik, unggulan, dengan nama alumni yang terkenal di dunia kerja, terutama dunia IT & Telekomunikasi itu, nggak gampang. Beneran, hidup dengan nama alumni yang besar itu beban!.

Setelah lulus dari sekolah mentereng itu, dan belum mendapatkan pekerjaan adalah 'kegagalan' dan beban berat buat gue. Gagal SNMPTN, gagal masuk Universitas negeri, belum mendapatkan pekerjaan, kondisi yang 'terkurung' (karena saat itu akses internet masih sangat sulit buat di daerah rumah gue), direndahkan teman-teman,  rasa sakit dan beban ini lah yang membuat gue bertekad keras, gue harus bisa bekerja sebelum lulus kuliah. Makanya gue berusaha keras mengejar IPK saat berkuliah, yah walau di kampus swasta, tp gue bersyukur karena biaya kuliah yang belum terlalu tinggi saat itu, dan gue bisa melanjutkan jenjang pendidikan gue.

Setelah gue meninggalkan predikat 'Mahasiswa kelas unggulan', dan bergabung dengan dunia profesional, memang gue keteteran banget ngurusin kuliah. Yang namanya kuliah sambil kerja itu nggak gampang! Jangan percaya omongan orang dan berangan-angan ini itu. Kuliah sambil kerja itu, CAPEK BANGET!!

Jangan ngimpi bisa nge-mall, enak hang out. Berbagi waktu untuk ngerjain tugas aja susah. Belom lagi beban pekerjaan di kantor, meeting dengan client, tugas ke luar kota. Makanya nggak usah heran kalo gue emang terlambat lulus kuliah.

Awal gue mendapat 'SK' tugas akhir, gue mendapatkan dosen yang bisa dibilang sangat dihormati di kampus.Tapi karena gue bekerja dan beban pekerjaan gue juga lumayan berat, yah gue meminta keringanan lah. Gue cuma minta jadwal pertemuan lebih fleksibel, karena pekerjaan gue single fighter dan gue dituntut harus 'ready' setiap waktu.

Tapi apa yang gue dapet?? boro-boro keringanan, judul tugas akhir gue dicuri dan direbut orang yang adalah salah satu anggota geng mayoritas (cih, gue paling males punya urusan sm orang macem gini). Gue dicemooh, diejek. Tapi bukan gue kalo cuma nrimo gitu aja. Gue nggak mau ribut & pusing dengan anak-anak itu. Gue cuma fokus menylesaikan SKS gue, biar nggak ada 'hutang' tambahan selain tugas akhir. 

Pada akhirnya gue berjuang sendirian. Yes! Sendirian, bolak-balik depok untuk ngubah surat ganti dosen (peraturannya di kampus gue, dosen pembimbing itu dipilihkan kampus! bukan mahasiswa yang memilih. Dan nggak bisa diganti, kecuali hal-hal yang tertentu.) Akhirnya gue berhasil mengganti dosen pembimbing, dan menyelesaikan Tugas Akhir gue. Setelah surat ACC di dapet, sayang banget gue nggak bisa langsung sidang, karena gue harus ke luar kota selama beberapa bulan, dan kebentrok bulan Ramadhan. Itulah kenapa gue telat sidang, dan baru wisuda sekarang. hehehehe.

Pada akhirnya gue berhasil membuktikan pada orang-orang yang dulu cemooh gue, bahwa gue berhasil dengan apa yang gue mau. TANPA BANTUAN APAPUN DARI MEREKA!! bahkan salah satu anggota geng mayoritas itu masih ada yang belum lulus kuliah! YES!! GUE BERHASIL!! 

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

0 komentar :

Posting Komentar