IPv4 Sudah Habis?!


Sebuah titik kritis dalam sejarah Internet dicapai hari ini dengan alokasi IPv4 yang tersisa (Internet Protocol versi 4) Internet alamat dari pool pusat. Ini berarti perluasan masa depan Internet sekarang tergantung pada penyebaran global sukses generasi berikutnya protokol Internet, yang disebut IPv6. 

Pengumuman ini dibuat oleh empat kelompok nirlaba internasional, yang bersama-sama bekerja untuk sistem koordinat Internet dunia menangani dan standar teknis. 
Pada konferensi pers di Miami, Florida, Internet untuk Corporation Ditugaskan Nama dan Nomor (ICANN) bergabung Nomor Resources Organization (NRO), Internet Architecture Board (IAB) dan Internet Society dalam mengumumkan bahwa pool Internet generasi pertama alamat sekarang telah sepenuhnya dikosongkan. 
Alokasi terakhir dari alamat Internet diberikan oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA), yang merupakan fungsi dari ICANN. 

"Ini adalah titik balik utama dalam pembangunan yang sedang berlangsung dari Internet," kata Rod Beckstrom, ICANN Presiden dan Chief Executive Officer. "Tidak ada yang tertangkap basah oleh ini. Komunitas Internet teknis telah merencanakan untuk deplesi IPv4 untuk beberapa waktu. Tapi itu berarti adopsi IPv6 sekarang sangat penting, karena akan memungkinkan Internet untuk melanjutkan pertumbuhan yang mengagumkan dan mendorong inovasi global kami semua datang ke harapkan. " 
Protokol Internet baru, IPv6, akan membuka sebuah pool alamat internet yang satu miliar-triliun kali lebih besar dari pool total alamat IPv4 (sekitar 4,3 miliar), yang berarti jumlah alamat IPv6 hampir tak habis-habisnya di masa mendatang . 


Dua "blok" jumlah berkurang dari alamat IPv4, sekitar 33 juta dari mereka, telah dialokasikan awal pekan ini ke Regional Internet Registry (RIR) untuk kawasan Asia Pasifik. Ketika itu terjadi, itu berarti pool alamat IPv4 sudah habis ke titik di mana sebuah kebijakan global dipicu untuk segera mengalokasikan pool kecil sisa alamat sama antara lima global Internet Registries Daerah. 
RIR adalah independen, tidak-untuk organisasi nirlaba yang menyediakan koordinasi teknis untuk infrastruktur Internet. 

Kelima terakhir blok alamat IPv4 yang dialokasikan untuk lima RIR saat upacara pagi ini di Miami pada pertemuan Regional Internet Registry. 
Alokasi alamat IPv4 akhir ini analog dengan peti terakhir dari produk meninggalkan sebuah gudang manufaktur dan pergi ke toko regional atau pusat distribusi, di mana mereka masih bisa didistribusikan untuk umum. Setelah mereka pergi, pasokan habis. Dalam hal ini, RIR akan mendistribusikan alamat IPv4 terakhir ke Internet Service Provider, universitas, pemerintah, perusahaan telekomunikasi dan perusahaan lain. 
"Ini hanya masalah waktu sebelum RIR dan Internet Service Provider (ISP) harus mulai menolak permintaan untuk ruang alamat IPv4," kata Raúl Echeberría, Ketua Number Resource Organization, organisasi payung dari lima RIR. "Menggelar IPv6 sekarang menjadi kebutuhan, bukan pilihan."


1. Apa itu IPv4?
Internet Protocol version 4 (IPv4) adalah sistem pengkodean alamat yang dipergunakan untuk mengenali suatu komputer (atau alat lain yang tersambung dengan internet) dalam suatu jaringan. Contoh IP address adalah seperti ini: 10.142.131.235. IPv4 adalah sistim berjenis 32-bit. Itu artinya, hanya bisa menampung 232 atau 4 milyar IP address saja. Pada awalnya, jumlah 4 milyar dianggap sudah sangat banyak. Kenyataannya, pertumbuhan internet jauh lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang pernah diperkirakan. Untuk mengimbangi pertumbuhan ini dibutuhkan sistim yang memiliki kapasitas yang lebih besar—bahkan sangat besar.

2. Apa maksudnya dengan “Pengosongan IPv4” dalam hal ini?
Ini artinya IP address dipusat telah habis terpakai—kosong. Bulan Februari 2011, sebagian besar dari total 4 milyar tersebut telah habis dialokasikan dan dicadangkan untuk kebutuhan teknis tertentu.

3. Apakah internet masih bisa berjalan setelah kapasitas IPv4 habis terpakai?
Iya. Internet akan tetap berjalan, dan IP address yang telah dialokasikan akan tetap berfungsi untuk seterusnya.

4. Bisakah membuat IP address tambahan pada IPv4?
Dengan format kode unik IP address yang ada (contoh: 10.142.131.235), jumlah kombinasi angka yang bisa dibuat hanya bisa mencapai 4 milyar saja.

5. Tadi dikatakan bahwa masing-masing RIR mempunya jatah 16.8 Juta. Apakah samapi saat ini jatah itu sudah habis? Apakah masih memungkinkan untuk mengalokasikan IP Address IPv4 untuk permintaan baru?
Iya. Masih. Hanya saja pihak IANA tidak bisa memprediksi sampai kapan jatah mereka masing-masing akan tersedia. Hal itu tergantung pada tingkat permintaan dan regulasi di masing-masing wilayah RIR tersebut.

6. Apa pengaruhnya “Pengosongan IPv4” ini bagi pengguna akhir?
Pengguna akhir tidak akan merasakan pengaruh itu untuk jangka waktu dekat ini. Akan tetapi pada suatu ketika nanti—di masa yang akan datang, mungkin sebagian website terutama website-website besar yang banyak menggunakan server, tidak bisa diakses jika server website tersebut nanti hanya menggunakan network yang berbasis sistim IPv6, sementara Internet Service Provider (ISP) anda tidak menggunakan network berbasis IPv6.



7. Apa itu IPv6?
Untuk mengantisipasi perumbuhan penggunaan internet yang kian pesat, diperlukan sistem pengkodean baru yang bisa menampung IP address yang lebih besar. Internet Engineering Task Force (IETF) telah mengembangkan sistim protokol baru, yaitu IPv6 berjenis 218-bit dinotasikan ke dalam heksadesimal (misalnya: 2001:DB8:8::260:97ff:fe40:efab), berkapasitas sekitar 340 triliun, triliun,triliun (340 zillions) IP address. IPv6 sebenarnya telah mulai diperkenalkan sejak tahun 1999, artinya sudah mengalami berbagai macam pengujian, dan hasilnya stabil.

8. Mengapa perlu dibahas, toh sudah ada IPv6 yang berkapasitas besar?
Antara IPv4 dan IPv6 tidak otomatis compatible, sehingga operator network perlu mengeluarkan biaya untuk pindah ke sistim yang baru ini. Dan mereka enggan untuk memperioritaskan masalah ini, selagi IPv4 masih tersedia. Sementara itu, sisa IP address yang masih tersedia dimasing-masing RIR kian menipis. Jika terlambat, maka akan timbul banyak masalah nantinya.

9. Apa yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengantisipasi ini?
Badan Pemerintah: Dihimbau agar berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk mendukung dan mensosialisasikan penggunaan IPv6. Membuat aturan dan sediakan insentif bagi mereka yang menggunakan IPv6. Menjadikan IPv6 sebagai persayaratan kompatibelitas dalam transaksi. Mempergunakan IPv6 dalam masing-masing badan.

Penyedia Akses Broadband (Broadband Access Provider): Penguna akhir membutuhkan akses internet secara penuh, artinya bisa mengakses semua website di masa-masa yang akan datang, baik website berbasis IPv4 maupun IPv6. Untuk bisa menyediakan akses penuh memerlukan proses transisi dari IPv4 ke IPv6.

Penyedia Jasa Internet (ISP=Internet Service Providers): Sediakan paket berlangganan internet yang berbasis network IPv6 dan IPv4/IPv6, jangan hanya IPv4. Pelanggan-pelanggan perusahaan berskala besar mungkin akan meminta layanan network berbasis IPv6 segera, untuk itu perlu berkkordinasi dengan vendor dan ISP lain untuk bekerja bersama-sama, agar proses transisi bisa berlangsung mulus.

Penyedia Konten Internet (Internet Content Providers): Konten sebaiknya bisa mengantisipasi pengunjung yang menggunakan network berbasis IPv6, IPv4/IPv6. Jangan hanya salah satu. Perlu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait
.
Perusahaan-perusahaan: Email, web, dan aplikasi server harus bisa dijangkau oleh Network IPv6 dan IPv4/6. Jangan hanya salah satu.

Pedagang Peralatan Internet: Selama ini permintaan peralatan internet yang kompatibel terhadap IPv6 masih sedikit. Dalam waktu dekat, kompatibelitas terhadap IPv6 akan menjadi keharusan.

Informasi lebih rinci mengenai hal ini, untuk Indonesia bisa menghubungi APNIC. ~Gusti(Sumber: NRO)

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

0 komentar :

Posting Komentar