Kembalikan Kenyamanan Commuter Line!!

1 Juli, hari pertama pemberlakuan tarif progressif untuk kereta listrik "Commuter Line" atau yang biasa disebut "KRL AC" karena memang yang membedakan adalah fasilitas pendingin udara (AC) di dalam kereta dan kipas angin yang kadang nggak terasa. (tapi kipas angin di kereta ekonomi juga ada sih) pfft!

Siapa yang tidak antusias dengan sistem tarif progressif ini? Dengan tarif seperti ini yang bepergian dengan jarak stasiun dekat bisa membayar murah, begitu pula untuk yang jauh, hanya dikenakan tarif tertinggi flat. Apalagi dengan berlakunya sistem tiket elektronik,pengguna bisa menggunakan "kartu multitrip" untuk mempermudah perjalanan. Tidak perlu repot ataupun takut ketinggalan kereta karena mengantri di loket. tinggal "Tap in.... Tap out.. and go."

Pengalaman kemudahan menggunakan kartu multitrip KRL Commuter Line ini gue rasakan, ketika sedang terburu-buru, tinggal "Tap In", lalu dorong tripod, dan langsung berlari masuk ke dalam kereta, tanpa repot antri beli tiket di loket stasiun. Begitu juga saat keluar stasiun, "Tap Out.. and go.", nggak repot harus memasukan kartu ke dalam ticket gate.

Tiket Multi Trip Commuter Line

Tiket Single Trip Commuter Line (versi merah)
Berlakunya sebuah sistem yang baru tentu saja terdapat masalah dalam masa transisi nya. Dari mulai, masalah infrastruktur, sampe kebiasaan penumpang. Banyak penumpang kelas ekonomi yang mulai beralih menggunakan Commuter Line. Namun sayangnya penumpang kelas ekonomi masih membawa kebiasaan-kebiasaan kelas ekonomi, dengan duduk di lantai kabin, berdesakan mengganjal pintu kereta sehingga pintu kereta tidak bisa menutup, membawa barang yang ukurannya melebihi peraturan Commuter line. Sangat tidak tertib, tidak safety dan tidak sesuai dengan tujuan sistem tiket progressif agar lebih banyak penumpang ter-angkut. 


Lihat perarturan no. 7
Terutama di Stasiun Tanah Abang - Serpong, penumpang diperbolehkan membawa barang seukuran 2 karung besar ke dalam Commuter Line. KARUNG men... karung masuk Commuter Line!! Dimana ketegasan PT. KCJ??!! (Coba dipikir aja ukuran karung besar setara dengan 2 manusia kurus, atau 1 manusia dengan tubuh super gemuk.). Jangankan karung, kemarin-kemarin sepeda lipat dan otoped aja ngga boleh masuk. 

Sebagai pengguna KRL tentunya gue merasa senang dengan sistem yang baru ini, karena nggak perlu repot ngeluarin dompet buat ngambil uang, cukup menyimpann tiket multitrip di saku buku agenda. Lebih meminimalisir adanya orang yang berniat jahat karena sekilas melihat dompet. phihihi~

Permasalahan lain nya, adalah kurangnya informasi di lapangan mengenai sistem gate elektronik. Seperti pagi ini gue menemukan beberapa penumpang yang tidak memahami penggunaan tiket elektronik ini.

Penumpang yang menggunakan tiket single trip, malah memasuki gate multi trip saat keluar stasiun.Padahal sistem keluar pada single trip berbeda dengan multi trip. Dimana pengguna single trip harus memasukan kartu ke dalam gate, sedangkan dengan kartu multi trip, penumpang cukup menempelkan kartu. Penumpang juga tidak sabar dan menerobos kolong tripod gate tanpa memasukan tiket single trip!!. Pantas saja, ternyata ini lah penyebab hilangnya 800 ribu tiket single trip, selama 1 minggu ini. 

Kedepannya sistem ini harus tetap diberlakukan, yang diperlukan selanjutnya adalah pembiasaan karakter penumpang yang baru menggunakan jasa Commuter Line. Penumpang kelas ekonomi harus membiasakan dengan budaya Commuter Line. Penumpang harus terbiasa disiplin, terbiasa dengan pembayaran elektronis. Selain mengurangi penggunaan kertas, juga lebih praktis jika berlangganan menggunakan tiket multi trip. :)

Selain itu, PT. KAI harus menepati janji untuk memenuhi infrastruktur dan keretanya. Kebutuhan kereta Commuter Line harus ditambah, agar kenyamanan penumpang tidak tergadaikan dengan murahnya harga tiket KRL. Petugas di lapangan harus tegas menerapkan tata tertib dalam kereta, harus berani menegur penumpang yang duduk di lantai kabin, harus berani untuk menegur penumpang yang membawa barang berlebih. Kalau yang saya lihat sih, untuk barang bawaan belum ada timbangan di setiap stasiun untuk mengukur berat barang bagasi penumpang. Tidak ada alasan baik itu seorang pedagang, atau yang mengaku orang kampung tidak mengetahui, setidaknya di stasiun, mereka harus memahami peraturan yang ada.

Ayo bersama-sama menjadi pengguna KRL yang lebih tertib!

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Anggun Fuji
A Wife | An Engineer | Love to talk about Home Decor, Lifestyle and Beauty Things (♥ω♥ )

1 komentar :